Antisipasi melalui pemilihan konstruksi rumah tahan gempa adalah persiapan terbaik menghadapi bencana alam yang bisa datang kapan saja tanpa prediksi. Meskipun intensitas atau ancaman gempa di Indonesia tidak setinggi ancaman di Jepang, namun antisipasi bukanlah hal berlebihan untuk direalisasikan.

Ada atau tidaknya ancaman gempa maupun bencana alam lain, kematangan dalam menentukan konstruksi rumah itu perlu. Pasalnya rumah yang dibangun dengan konstruksi asal-asalan hanya akan menghabiskan uang, baik itu di awal pembangunan maupun selama rumah ditinggali. Rumah yang ditinggali oleh beberapa generasi harus tahan lama.

Alih-alih menghemat uang, rumah murah yang tidak mempertimbangkan konstruksi rumah tahan gempa hanya akan menghabiskan dana. Dana-dana mudah keluar untuk perbaikan, sehingga jika dihitung-hitung sama saja dengan konstruksi yang mengeluarkan uang lebih banyak. Rumah yang rentan terhadap bencana bahkan tidak akan memberikan rasa nyaman kepada penghuninya. Bukan hanya harta benda yang mudah rusak, namun juga kesehatan penghuninya terancam. Jika dijual, harga rumah dengan kondisi seperti itu tentu akan sangat rendah.

Ciri-Ciri Rumah yang Kuat Akan Gempa

Jangan dulu tergiur harga rumah murah. Sebelum terlambat, Anda bisa menilai mana rumah yang tahan gempa dan mana rumah yang tidak tahan gempa dari beberapa ciri di bawah ini:

1. Kualitas Tanah

Jasa-Kontraktor
Sumber: https://unsplash.com/

Tanah yang digunakan pada bangunan tahan gempa adalah tanah dengan kepadatan terbaik dan tekstur keras. Anda patut waspada jika tanah tempat Anda hendak membangun atau membeli rumah gembur dan mudah berjatuhan, jika posisi rumah ada di pegunungan.

2. Pondasi

Jasa-Kontraktor
Sumber: https://unsplash.com/

Pondasi sudah jelas menjadi poin sangat penting untuk membuat bangunan rumah tahan terhadap segala situasi. Sekurang-kurangnya kedalaman pondasi ke tanah adalah 60 hingga 75 cm, baru rumah bisa disebut sebagai rumah yang tahan terhadap ancaman gempa.

3. Beton

Jasa-Kontraktor
Sumber: https://unsplash.com/

Komposisi yang membentuk beton harus presisi agar bangunan rumah bisa dipastikan tahan terhadap gempa. Jika sedang membangun rumah, Anda bisa secara langsung memastikan konstruksi rumah tahan gempa atau tidak dari komposisi material yang digunakan untuk membangun.

4. Material

Jasa-Kontraktor
Sumber: https://unsplash.com/

Terakhir, sebuah rumah dikatakan tahan gempa apabila penggunaan berbagai material yang sewajarnya. Jangan terlalu memaksakan diri menggunakan material berisiko hanya untuk memenuhi hasrat. Jika taruhannya gempa, sebaiknya Anda bermain aman dengan bangunan rumah.

Realisasi Rumah Tahan Gempa

Pada akhirnya Anda harus mengaplikasikan berbagai teori di atas ketika proses pembangunan berlangsung. Agar rumah yang akan dibangun memiliki konstruksi rumah tahan gempa, Anda bisa memastikan tukang bangunan membuat pondasi yang terus-menerus tanpa putus. Jangan pelit dana jika taruhannya keselamatan.

Anda bisa membuat rumah terbangun atas balok pengikat pondasi untuk mengokohkan struktur bangunan rumah. Gunanya balok pondasi atau sloof ini adalah menyamaratakan beban rumah ke seluruh pondasi yang ada. Dengan begitu, tidak ada salah satu bagian yang menahan beban lebih berat.

Jangan lengah untuk memastikan pondasi satu dengan lainnya serta antar sloof sudah diikat dengan benar. Dengan mengikat pondasi sebaik-baiknya, beban gempa yang berpotensi terpusat di satu titik, bisa menyebar merata ke semua titik pondasi sehingga rumah menjadi stabil dan tidak mudah runtuh karena gempa.

Banyak rumah murah yang menggiurkan untuk dibeli, namun pastikan kembali sebelum Anda membeli bahwa rumah tersebut memang memiliki kualitas yang bagus. Sebab tidak menutup fakta bahwa ada rumah murah, namun tidak dibangun dengan pondasi yang kuat. Hasilnya, bukan menjadi konstruksi rumah tahan gempa, justru mudah roboh.

Baca Juga: Tipe Rumah Berdasarkan Luas Ukuran