Obrolan Yang Wajib Anda Diskusikan Dengan Desainer Interior

Di artikel pertama jasa desain interior, telah dipaparkan keuntungan-keuntungan apa yang akan Teman Muis dapat jika memakai jasa tersebut. Sekarang, kami akan menjelaskan tema obrolan wajib dengan perancang setelah keputusan pemakaian jasa dibuat. Kelima poin di bawah bersifat sensitif hingga umum. Simak hingga poin kelima ya!

Diskusi Budget

Uang sering menjadi topik hangat yang diperbincangkan masyarakat. Bentuknya hanya kertas dan koin, namun efek yang diberikan ke masyarakat besar. Bisa memberikan rasa bahagia maupun membawa keterpurukan bagi beberapa. Dalam kata lain, topik uang adalah topik yang sensitif di segala jenis obrolan. Oleh karenanya, Teman Muis jangan lupa untuk mengedepankan sifat terbuka dengan perancang interior sejak awal terkait budget yang dimiliki.

Contoh tema diskusi pertama yang bisa dibicarakan adalah kecocokan sistem pembayaran yang ditawarkan dengan jumlah uang yang ada. Tidak semua orang bisa membayar down payment dalam jumlah besar atau tidak semua orang memiliki kartu ATM untuk transfer uang misalnya. Tema obrolan kedua, Teman Muis dapat menekankan masalah ada atau tidaknya Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak dalam hal pembayaran agar prosesnya berjalan mulus, aman, dan kesannya bertanggung jawab. Terlebih lagi, jika desainer interior memasang harga sangat tinggi.

Baiknya, dua hal di atas ditekankan dari awal agar tidak ada drama “proyek berhenti di tengah jalan.” ya Teman Muis.

Baca juga: Bagian-Bagian Konstruksi Rumah Dan Tips Agar Hemat Biaya

Diskusi Peran

Terlihat sepele, tetapi tetap pantas untuk dibicarakan. Baik untuk kasus desain interior rumah hingga yang lebih berat yaitu proyek pengerjaan interior kantor. Perlunya garis merah yang jelas mengenai tugas yang akan diemban oleh perancang interior dan timnya dari hari ke hari, juga ranah seperti apa yang tingkat kekuasaannya tetap dipegang oleh klien sebagai pemesan dan pembeli jasa. Jangan sampai penjelasan mengenai peran antara kedua pihak ini blur ya Teman Muis.

Diskusi Waktu Pengerjaan

jasa-desain-interior
Photo by Sonja Langford on Unsplash

Jumlah uang yang dimiliki setiap masyarakat berbeda, begitupun dengan target yang dipasang. Ada yang rencana keuangan dan keseluruhannya sangat rapi jadi target selesai bisa lebih fleksibel, tidak terburu-terburu. Namun, ada juga yang meminta agar proyek cepat selesai karena dalam dua minggu akan ada acara pernikahan. Macam-macam bukan kasusnya?

Pastikan bahwa desainer interior Anda bersedia dan sanggup untuk memenuhi target pengerjaan sesuai keinginan agar hasilnya maksimal dan tidak perlu ada pengulangan.

Baca juga: Kualitas Jasa Konstruksi Yang Perlu Anda Tahu

Diskusi Keadaan Anggota Keluarga

Sebelum seorang perancang interior mulai bekerja, ada baiknya Anda memberi tahu siapa saja yang akan menikmati fasilitas yang ada. Jika mengambil jasa desain interior rumah, bisa dijelaskan ada atau tidaknya anggota keluarga yang sudah lanjut usia atau bayi yang baru saja lahir. Begitu juga kalau menggunakan jasa desain interior kantor, paparkan tentang rentang umur karyawan yang bekerja.

Adanya informasi di atas akan sangat membantu perancang dalam memilih desain atau perabotan yang ramah bagi semua kalangan dari muda hingga lanjut usia. Kalaupun ada anggota keluarga atau karyawan berkebutuhan khusus, desainer Anda bisa lebih dini untuk memesan furnitur yang sekiranya sesuai.

Diskusi Selera Desain Interior

Pernah dengar istilah “klien adalah raja” di dunia bisnis dan jasa? Nyatanya, masih ada pihak-pihak yang menyepelekan kepentingan dan keinginan kliennya, lho. Untuk menghindari hal-hal negatif seperti itu, Teman Muis dapat menyuarakan selera desain sebelum pekerjaan dimulai agar prosesnya masih dalam benteng yang diajukan. Kalau nanti di tengah perjalanan ada desain yang tidak sesuai, Anda bisa mengingatkan perancang interior secara berkala.

Baca juga: Warna Cat Rumah Dan Konsep Minimalis Modern, Seperti Apa Sih!

Kesimpulannya, Teman Muis dapat mencatat terlebih dahulu hal-hal yang perlu disampaikan sebelum membuat janji dengan pihak dari jasa desain interior pilihan Anda. Setelah itu, tanamkan sifat terbuka dan tegas namun tetap sopan ketika sudah bertemu dengan perancang interior. Semoga lancar dan berhasil.

Salam #BangunLebihAman